Rabu, 25 September 2013

tiga kunci investasi bibitan


Ingin maju ubah pola pikir
Pertanyaannya masih prospekkah investasi bibitan jenmanii ? jawabannya asal punya 3 kunci sukses, maka masih bisa dijalankan investasi itu. Pertama kemampuan seleksi yang ketat, kedua kemampuan merawat yang memadai dan ketiga punya jaringan pasar yang luas.
Point pertama kemampuan seleksi yaitu tidak mudah terkecoh dengan bibit jenmanii harga murah. Murah belum tentu bagus. Selanjutnya beli yang benar-benar berkarakter. Dan tahu atau bisa memprediksi kira-kira nanti besarnya seperti apa.
Saat jenmanii pada masa jayanya dulu, tak perlu lihat barang apalagi karakternya sudah bisa uang ratusan juta ditransfer. Kalau sekarang jangan harap.
Point kedua harus punya kemampuan merawat. Ini point yang tidak perlu saat jenmanii mengalami masa kejayaan. Dulu tak perlu menahan barang lama-lama. Terkadang hanya hitungan menit barang sudah pindah tangan.
Sekarang untuk mengetahui karakternya harus dibesarkan beberapa bulan. Disitulah kemampuan merawat diperlukan. Ingat jenmanii beda dengan gelcin faktor perawatan bisa menentukan kualitas hingga 50 persen.
Point ketiga yaitu harus punya jaringan pasar yang bagus. Kalau dulu hanya dengan duduk manis di rumah, pembeli sudah datang sendiri dengan membawa segebok uang. Dan bisa jual mahal barang baru bisa dibawa kalau dibayar cast(tunai).
Sekarang masih bisakah seperti itu ? rasanya sulit terulang. Benar kata pepatah kesempatan hanya datang satu kali. Kondisi itu tidak akan terulang. Surga anthurium sudah melewati masanya.
Bagi pemain atau petani anthurium yang tanggap dan berfikir cerdas ambil sikap dan segera turun gunung. Kalau dulu pembeli yang mendekati produsen (petani anthurium). Sekarang jangan harap pembeli naik gunung lagi. Sebaliknya petani anthurium yang mau tidak mau harus mendekati pembeli.
Caranya ikut pameran diberbagai kota. Memperluas jaringan konsumen. Dan jangan lupa peran media baik cetak maupun elektronik sangat besar dalam upaya memperluas jaringan informasi pasar.
Dulu meledaknya anthurium secara tidak langsung karena peran media (tabloid) tetapi sayangnya hal ini tak banyak disadari oleh petani anthurium. Dan sekarang sangat ironis kalau petani maupun produsen anthurium tetap berfikir tradisional dengan prinsip begini aja laku.
Kalu mau maju petani anthurium harus berfikir taktis memanfaatkan media informasi yang ada untuk membuka jaringan pasar. Bisa lewat tabloid maupun internet.
Dengan memanfaatkan peran media petani maju dalam waktu singkat menguasai peta pasar. Jadi jangan heran kalau order pembelian tidak datang dari seputaran jawa tetapi sekali kirim bisa ke Samarinda atau Papua. Semoga ini bisa jadi renungan kita semua.~~


Selasa, 24 September 2013

Potret Motivasi diri


Mata Pelajaran : Bimbingan Konseling
Kelas : X
1.  Riwayat yang mengganggu motivasi diri sejak kecil
Mama yang selalu bangun kesiangan dan terlambat membuatkan sarapan pagi sehingga menyebabkan saya dan Adik saya selalu datang terlambat sekolah karena lamanya menunggu sarapan pagi.
Dahulu saya sering dijauhi teman saya disaat saya masih SD(Sekolah Dasar). Karena saya dahulu saat SD tidak pernah berprestasi. Saking jengkelnya Ayah saya dengan kondisi saya seperti ini, Ayah membiarkan saya karena Ayah sudah lelah menasihati saya.
Lalu saya balas dendam, karena Mama selalu menghina saya bodoh dan tidak bermanfaat baginya. Dengan cara setiap hari saya membaca disaat waktu senggang sehingga wawasan saya bertambah. Itu terjadi saat saya kelas 1 SMP.
Impian pun tercapai, saat kelas 1 SMP semester 1 saya mendapatkan ranking 2 di kelas. Lalu saya menyombongkan diri kepada Mama. Semester 2 ranking saya jadi turun karena saya terlena oleh pujian Mama, saat itu ranking saya turun menjadi 3 bukan 1 ataupun 2 lagi.
Lalu kelas 2 sampai 3 SMP saya dipindah di kelas unggulan yang menyebabkan saya tidak pernah mendapatkan ranking lagi. Saingan di kelas unggulan bukan main hebatnya, tetapi saya senang karena saya disana mendapatkan teman banyak baik pula.
Saya dan Adik say elalu bangun pagi kisaran pukul 03.00-05.00 WIB, itu terjadi sejak saya menginjak SMA. Kalau saya dan Adik saya sekali bangun kesiangan pasti dimarahi Mama, padahal hamper setiap hari Mama sendiri sering bangun kesiangan.
Bukan hanya itu, duduk bersebelahan dengan teman yang terlalu pendiam juga malah membuat konsentrasi saya berkurang, bukan berarti saya bisa berkonsentrasi penuh bila duduk dengan teman yang selalu cengengesan sendiri dan membuang ilmu yang diberikan oleh guru. Bercanda ada waktunya sendiri begitu pula belajar.

2.  Pengalaman manis yang membangkitkan motivasi
Saya senang bukan main bisa kenal baik dengan kakak kelas dari kelas XI IPA dan XII IPA, karena disamping saya bisa kenal baik dengan mereka, mereka bisa menjadi motivasi saya supaya saya bisa masuk IPA.
Tujuan saya sekolah disini memang ingin sekali masuk kelas IPA karena pada saat saya kuliah nanti, pilihan jurusannya di segala bidang dan tidak terbatas.
Disamping itu saya juga sering mendapatkan informasi dari kakak untuk bisa masuk PTN dengan melewati jalur undangan.
Pernah saat saya masih kelas 3 SMP nilai TO UN maple Matematika saya sempat turun, tentor saya kecewa melihat saya seperti itu, lau tentor saya memotivasi saya apabila saya mendapatkan nilai 7 atau selebihnya saya ditraktir makan mie ayam J. Kalaupun setiapa hari saya bisa mendapatkan nilai seperti itu pastinya dengan cara jujur tentor saya pun sanggup mentraktir makan mie ayam setipa hari.

P U I S I K U

KORUPTOR 

karya Zadani Dila Rahmawati

Kau . . .

Pejabat pengkhianat negeriku ini

Pejabat pengecut negeriku ini

 

Seluruh harta negara

Kau rampas semuanya

Kau pakai di luar sana

Hanya untuk bersenang-senang

 

Hilangkan penyakit sosial ini

Buanglah jauh-jauh

Dan jangan pernah kembali lagi

Di negeriku tercinta ini

 

Semoga Tuhan membalas semuanya

Perbuatan yang sangat keji ini

Perbuatan yang pernah engkau lakukan

Di negeriku tercinta