Ingin maju ubah pola pikir
Pertanyaannya masih prospekkah investasi bibitan
jenmanii ? jawabannya asal punya 3 kunci sukses, maka masih bisa dijalankan
investasi itu. Pertama kemampuan seleksi yang ketat, kedua kemampuan merawat
yang memadai dan ketiga punya jaringan pasar yang luas.
Point pertama kemampuan seleksi yaitu tidak mudah
terkecoh dengan bibit jenmanii harga murah. Murah belum tentu bagus. Selanjutnya
beli yang benar-benar berkarakter. Dan tahu atau bisa memprediksi kira-kira
nanti besarnya seperti apa.

Saat jenmanii pada masa jayanya dulu, tak perlu lihat
barang apalagi karakternya sudah bisa uang ratusan juta ditransfer. Kalau sekarang
jangan harap.
Point kedua harus punya kemampuan merawat. Ini point
yang tidak perlu saat jenmanii mengalami masa kejayaan. Dulu tak perlu menahan
barang lama-lama. Terkadang hanya hitungan menit barang sudah pindah tangan.
Sekarang untuk mengetahui karakternya harus dibesarkan
beberapa bulan. Disitulah kemampuan merawat diperlukan. Ingat jenmanii beda
dengan gelcin faktor perawatan bisa menentukan kualitas hingga 50 persen.
Point ketiga yaitu harus punya jaringan pasar yang
bagus. Kalau dulu hanya dengan duduk manis di rumah, pembeli sudah datang
sendiri dengan membawa segebok uang. Dan bisa jual mahal barang baru bisa
dibawa kalau dibayar cast(tunai).
Sekarang masih bisakah seperti itu ? rasanya sulit
terulang. Benar kata pepatah kesempatan hanya datang satu kali. Kondisi itu
tidak akan terulang. Surga anthurium sudah melewati masanya.
Bagi pemain atau petani anthurium yang tanggap dan
berfikir cerdas ambil sikap dan segera turun gunung. Kalau dulu pembeli yang
mendekati produsen (petani anthurium). Sekarang jangan harap pembeli naik
gunung lagi. Sebaliknya petani anthurium yang mau tidak mau harus mendekati
pembeli.
Caranya ikut pameran diberbagai kota. Memperluas jaringan
konsumen. Dan jangan lupa peran media baik cetak maupun elektronik sangat besar
dalam upaya memperluas jaringan informasi pasar.
Dulu meledaknya anthurium secara tidak langsung karena
peran media (tabloid) tetapi sayangnya hal ini tak banyak disadari oleh petani
anthurium. Dan sekarang sangat ironis kalau petani maupun produsen anthurium
tetap berfikir tradisional dengan prinsip begini aja laku.
Kalu mau maju petani anthurium harus berfikir taktis
memanfaatkan media informasi yang ada untuk membuka jaringan pasar. Bisa lewat
tabloid maupun internet.
Dengan memanfaatkan peran media petani maju dalam
waktu singkat menguasai peta pasar. Jadi jangan heran kalau order pembelian
tidak datang dari seputaran jawa tetapi sekali kirim bisa ke Samarinda atau
Papua. Semoga ini bisa jadi renungan kita semua.~~